Meluluhkan Pujaan Hati dengan Metode Sejarah

Membaca Naskah di Erasmus, Jakarta. Dok: Pribadi
Membaca Naskah di Erasmus, Jakarta. Dok: Pribadi

OPINI, PADEWAKANG.COM- Siapa saja yang memiliki budi yang baik, maka jodoh itu akan semakin mendekat dan melekat. Kampus itu adalah rumah tangga yang setengah halal. Di sana sini ditemukan pasangan yang malu-malu diboyong ke kampung halaman. Ada juga yang diperkenalkan tetapi ternyata sudah punya odo-odo yang lain. Seperti kata Cita Citata “sakitnya tuh di sini”. Konspirasi meluluhkan perempuan membuktikan bahwa lebih mudah menjinakkan perempuan yang telah memiliki pacar daripada hanya berstatus jomblo, sebab jomblo itu tidak bisa ditebak odo-odo-Nya, banyak saingan. Akan tetapi, orang yang memiliki pacar hanya satu saingan, yaitu pacarnya. Jadi jelas strategi penaklukannya. Jangan dicontoh, hanya untuk orang-orang yang profesional. Tetapi sekali lagi yang memiliki budi yang baik akan memilih setia, siapa saja, yang penting nasuka mama.

Kampus menawarkan pesona yang begitu memikat. Perempuan kampung akan berubah menjadi tidak kampungan, orang kota membawa pesona kekotaan. Perempuan apapun yang kita cari dapat ditemukan di kampus, baik yang agak nakal-nakal maupun yang humanis nan islamis. Dilihat dari perkembangan zaman genre yang disukai, terdapat beberapa spesifikasi perempuan yang disukai oleh mahasiswa; tidak hanya cantik, menarik tetapi harus menggoda. Menggoda dengan segala kekayaan intelektual. Kuasa Tuhan yang tidak bisa dibantah bahwa kadang ditemukan seseorang yang menarik dan menggoda tetapi tidak intelek. Ada juga yang intelek tetapi tidak menggoda. Ya. Aku memilih setia.

Pertemuan di setiap jadwal kuliah membuat emosional mulai terbangun. Bongkar-pasang hubungan itu sudah biasa. Dari pengalaman sejarah yang terjadi pada anak sejarahmereka akan mencari pasangan se-ideologis dan visioner. Terdapat dari mereka membangun dari semester awal, “aku tuh suka saat kamu membahas tentang Sejarah Diponegoro, pokoknya luar biasa, ungkapnya”. Jurus pertama berhasil menarik perhatian calon si doi, maka jurus-jurus yang lain dijalankan seperti kerja tugas bareng-bareng. Jadian. Ada yang putus di tengah jalan, terdapat yang sampai di pelaminan. Walaupun tak jadi ke pelaminan, tetapi akan menimbulkan kesan-kesan yang susah dilupakan. Kadang sudah berkeluarga, tetapi memori kolektif itu susah dilupakan. Sering diceritakan kepada anak-anaknya kelak.

Di ruang-ruang kelas pula tercipta kebersamaan. Mahasiswa akan belajar keberagaman, memecahkan masalah sendiri dengan cara menyendiri maupun diplomasi. Tetapi patut diakui mahasiswa yang memiliki segelumit tugas yang begitu berat, akan butuh bahu untuk bersandar. Kepala itu bukan dinding yang bisa berdiri kokoh, tetapi kadang butuh penyangga yang kuat dan setia. Apabila diamati saluran-saluran asmara bermuara pada peristiwa yang dimulai dari pertemuan, kesamaan visi, kenyamanan hingga kemapanan. Perempuan lebih suka kemapanan daripada ketampanan, jadi stop kata sayang cari uang.

Metode yang hendak ditawarkan untuk meluluhkan hati adalah sejarah. Sejarah adalah ilmu yang ekspansionis dan membuka diri bersekutu dengan ilmu lainnya. Pertama, heuristik. Mengumpulkan sumber, hal yang perlu diterapkan berupa kegiatan observasi dan wawancara. Observasi diperlukan untuk mengetahui independensi calon pasangan, harus dipastikan orang yang ingin diluluhkan tidak sementara “digarap” orang lain, ataukah punya keunikan-keunikan, setidaknya “macca maduppa tofole nennia macca pappanguju tao lao”. Selanjutnya, melakukan wawancara. Sesekali diajak makan atau nonton untuk kegiatan pendudukan, belum pada tahap penjajahan. Wawancara dimaksudkan untuk menyesuaikan visi dan misi demi menjalani kehidupan bersama di masa depan.

Kedua, kritik sumber. Data yang ditemukan tidak semata-mata ditelan mentah-mentah, menjadi fakta sejarah. Hasil curhatan si odoodo perlu melalui tahap kritik, baik melalui kritik dari luar dan dalam. Jangan hanya indah-indahnya saja, begitupun jelek-jelek saja. Peristiwa harus dimaknai berdasarkan zamannya, kenapa dia berbuat jelek dan baik. Yang jelas harus menggunakan sumber primer. Jadi perlu dipertimbangkan sisi-sisi humanis seorang perempuan. Tidak hanya dilihat bahwa suka marah, kulitnya putih, rambutnya panjang, tetapi sifat “malebbi” patut diperhatikan secara khusus. Dari hasil kritik melalui kaidah dan metodologi yang jelas akan melahirkan perempuan idaman. Di sinilah inti dari segala problematika yang akan dihadapi di masa depan. Apabila gagal ditahap kritik, maka tunggu saja akan banyak masalah yang muncul, sebab chemistry ditemuciptakan dari tahap ini.

Ketiga, interpretasi. Odo-odo yang telah melalui tahap kritik kemudian diinterpretasikan menjadi fakta sejarah. Tidak hanya menjawab pertanyaan kapan, di mana, bilamana tetapi juga berkenaan dengan kata mengapa. Terdapat ditemukan pria dengan rupa setengah tampan, tetapi pasangannya cantiknya luar biasa. Jadi setiap hubungan selalu memiliki makna yang susah diterjemahkan orang lain. Di sinilah “kemerdekaan” seseorang pria untuk menilai atau memilih pasangan yang diinginkan.

Keempat, historiografi. Pada tahap ini, kemampuan seseorang penulis sejarah untuk menikahkan berbagai macam data yang ditemukan yang ditulis secara sistematis, utuh dan komunikatif. Apabila telah melalui tahap ini, jangan lama-lama menyimpan rasa secara mendalam. Segera nikahkan datanya. Halalkan gaes. Penulis secara pelan-pelan dan terbatas membahas pada tahap historiografi, karena hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang profesional. Intinya akan tiba waktunya.

Sumber: TebarNews.com

Avatar
About Rifal Najering 22 Articles
Penyuka Sejarah, Penikmat Laut dan Kadang-kadang Menjadi Pelatih Sport Jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*