Peran Orang Tua Membina Moral Remaja Millennial

Ruang Guru. Dok. Pribadi
Ruang Guru. Dok. Pribadi

Penulis : Haeruddin

OPINI PADEWAKANG- Dalam setiap kehidupan masyarakat pasti akan ditemukan keluarga batih atau lazimnya disebut rumah tangga menurut orang bugis disebut onro-sikalabineang yang merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri, beserta anak-anaknya yang belum menikah termasuk anak angkat dan anak tiri. Keluarga merupakan kelompok yang paling penting dalam masyarakat karena dalam keluargalah anak pertama kali belajar, berinteraksi, mulai mengenal, dan mengalami kehidupan sosial. Keluarga terbentuk dari suatu ikatan cinta kasih antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang diresmikan dan diakui oleh suatu lembaga perkawinan sesuai dengan peraturan agama dan negara.

Suami maupun istri berkewajiban untuk membina dan mengembangkan kasih sayang diantara mereka. Sebab kasih sayang merupakan prasyarat bagi terciptanya hubungan harmonis dalam keluarga. Kasih sayang pada dasarnya harus terasakan, bukan hanya terucapkan, untuk dapat terasakan oleh masing-masing pihak, maka kasih sayang itu harus dikomunikasikan dengan berbagai ungkapan maupun tindakan sehingga kasih sayang yang diberikan dapat sampai dan dirasakan keluarga, dan menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikkan dan pembinaan moral bagi anak-anaknya.

Dalam kehidupan suami istri akan lahir keturunan, yakni anak-anak yang akan menyempurnakan kehidupan keluarga. Oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk merawat dan mendidik anak-anak, diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai moral yang baik, menanamkan kedisiplinan, memberikan perhatian dan kasih sayang, memberikan sanksi tegas terhadap anak yang melanggar norma-norma di masyarakat. Semua peran orang tua tersebut dapat dilaksanakan dalam suatu keluarga yang bahagia, aman, dan tentram.

Anak sebagai titipan dari Tuhan yang diberikan kepada orang tua yang bisa membentuk menjadi baik atau bisa pula menjadi buruk. Baik buruknya anak, erat kaitannya dengan pembinaan yang diberikan kepada orang tuanya untuk itu anak membutuhkan pembinaan yang baik dari orang tua. Apabila pembinaan yang diberikan baik maka akan baik pula tingkah laku anak itu, sebaliknya apabila pembinaan yang diberikan kurang baik terhadap anak, maka tingkah laku anak itu akan kurang baik pula.

Adapun tingkah laku atau moral yang dianggap baik yang seharusnya dilakukan oleh semua orang khususnya remaja yakni membina disiplin pribadi dengan memelihara diri lahir batin, patuh dan berbakti pada orang tua, bersikap sopan santun, berbicara dengan lemah lembut, tolong menolong, hormat menghormati, dan saling menghargai. Jadi idealnya, moral remaja itu apabila aktifitas tingka laku anak remaja tidak bertentangan dengan ajaran agama, dapat diterimah dalam masyarakat, mendapat dukungan dari orang tua serta dapat dijadikan teladan bagi orang lain.

Mengamati kehidupan sehari-hari, ternyata banyak fenomena yang terjadi di masyarakat khususnya masalah moral anak remaja yang dianggap sudah mengalami penurunan nilai-nilai. Kondisi tersebut terjadi karena anak remaja diduga telah terpengaruh arus globalisasi dan kurangnya peran orang tua dalam membina anaknya.

Berdasarkan informasi dari salah satu tokoh masyarakat bahwa kehidupan keluarga di masa lalu sangat memegang prinsip siri’mi narituo, narekko degaga siri’na sirupaini olok-kolo’e (karena malu kita hidup, kalau tak ada malu maka tak ada beda dengan binatang), dalam artian sifat malu sangat melekat dalam keluarga, keluarga  malu ketika tidak mampu menjaga nama baik keluarga sehingga akan selalu menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai yang baik dalam keluarga. Sebagai contoh orang tua malu ketika melihat anaknya berperilaku tidak sopan disaat ada tamu.

Remaja dahulu dinilai dari aspek kesopanan, sebagian besar remaja berperilaku sopan dan santun dalam tutur kata dan perbuatan. Dari aspek perilaku, yaitu lebih menghargai orang tua, mendengarkan nasehat orang tua dan patuh terhadap aturan. Sebagai contoh mengucapkan kata tabe (permisi) ketika hendak lewat, sopan santun yang tidak hanya melalui ucapan tetapi juga dengan tindakan.

Namun realita yang terjadi dewasa ini, tidaklah seperti yang diingingkan. Kehidupan keluarga sekarang sudah berbeda dengan kehidupan keluarga di masa lalu, kehidupan sekarang orang tua cenderung berperilaku tak acuh terhadap perilaku anaknya. Orang tua kurang memberikan pembinaan, peraturan ataupun pembatasan terhadap anaknya, orang tua cenderung memberikan ruang yang longgar, memarahi anak dengan kata-kata kasar, memberikan contoh yang kurang baik kepada anak sehingga anak tersebut memiliki berbagai masalah yang kompleks. Salah satu masalah tersebut  adalah semakin menurunnya tatakrama kehidupan sosial dan etika moral remaja baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitarnya yang mengakibatkan timbulnya sejumlah efek negatif di masyarakat. Berdasarkan informasi dan hasil pengamatan dari berbagai media, penulis memperoleh gambaran bahwa anak remaja yang memiliki perilaku moral yang kurang baik yaitu berasal dari keluarga yang tidak harmonis ataupun karena kurangnya pendidikan agama dan hilangnya keteladanan yang baik dari orang tua dalam keluarga.

Efek negatif tesebut yaitu semakin maraknya penyimpangan diberbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial yang terwujud dalam bentuk-bentuk perilaku anti sosial seperti perkelahian remaja, kebut-kebutan di jalan, membolos sekolah, bergelandangan di jalan, memeras teman-temannya untuk membeli rokok atau minuman, perjudian, bertato, dan gaya berpakaian yang serba glamour hingga mengabaikan aturan-aturan atau norma yang ada.

Suatu kenyataan bahwa orang tua dihadapkan pada suatu tantangan yang besar dalam membina moral anak. Terutama dalam era melinial yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan transformasi, telah membawah pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan, pola pandangan, dan sikap hidupnya.

Perubahan yang cepat ini  mengharuskan adanya berbagai upaya orang tua terhadap anak remaja agar mereka memiliki kemampuan, mengokomodasi, menuntun ke arah yang bermakna. Dalam kedudukan ini orang tua mempunyai tanggung jawab kodrati yang sangat penting dalam membina moral anak remaja.

Penulis adalah Guru PPKn di SMPN 2 Lembo Kabupaten Morowali Utara.

 

Avatar
About Rifal Najering 21 Articles
Penyuka Sejarah, Penikmat Laut dan Kadang-kadang Menjadi Pelatih Sport Jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*