PKM FIS Mengadakan Literasi Media pada Masyarakat di Desa Tarasu

PKM FIS UNM 2020 mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tarasu Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Pengabdian ini diadakan selama sebulan bersama masyarakat Kelurahan Tuju-tuju Desa Tarasu, Kajuara. Adapun tim PKM dipimpin oleh Dr. Abdul Rahman, S. Pd., M. Si bersama anggota diantaranya: Nurlela, S. Pd., M. Si; Dr. Najamuddin, M. Hum; dan St. Junaeda., S. Ag., M. Pd., M.A dengan mengusung tema “Literasi Media pada Masyarakat di Desa Tarasu”.

Dasar pengabdian ini berawal dari “perkembangan internet pada masa kini sudah sangat pesat mengingat setiap orang sekarang dapat mengakses internet dengan mudah, ditambah berkembangnya beraneka ragam smartphone menyebabkan penggunanya dengan mudah untuk mengakses. Penggunan internet mulai orang dewasa hingga anak kecil sudah dikenalkan internet. Media internet merupakan media yang tidak mengenal batas dan waktu. Baik itu batas wilayah maupun batas lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut tentunya memberikan dampak baik dan dampak buruk bagi pengguna sosial media. Mengingat bahwa setiap aturan mengenai perilaku yang dipakai masing-masing negara terdapat perbedaan. Maka ketika ada sesuatu yang dapat digunakan secara bebas di suatu negara sudah pasti hal tersebut menjadi pelanggaran hukum bagi negara” Ungkap, Dr. Abdul Rahman, S. Pd., M. Si, ketua tim pengabdian.

Literasi Media Kepada Masyarakat di Desa Tarasu

Lebih lanjut Dr. Abdul Rahman., S. Pd., M. Si, pada dasarnya ketika berkomunikasi kita perlu menggunakan etika komunikasi dengan baik dan benar. Begitupula ketika kita menyebarkan suatu berita kita haruslah melihat berdasarkan informasi yang benar dan sesuai fakta yang ada. Di dalam ilmu komunikasi ada sebuah istilah fairness yang digunakan menyangkut hal komunikasi dan beberapa aspek etis digunakan yang dalam ilmu komunikasi, khususnya yang berhubungan dengan komunikasi massa yang meliputi beberapa aspek etis. Misal ketika kita menulis berita kita harus adil dan tidak memihak antara satu dengan yang lain serta menerapkan etika kepatutan dan kewajaaran kemudian menerapkan etika kejujuran atau obyektivitas berdasarkan fakta. Di dalam berkomunikasi Aspek kejujuran atau obyektivitas inilah yang dijadikan sebagai etika yang di dasarkan pada data dan fakta yang ada. Faktualisasi disinilah yang dijadikan kunci dari etika kejujuran. Maka disini diperlukan kejujuran dalam menulis dan melaporkan. Dengan maksud adalah supaya informasi tersebut teruji kebenarannya dan diakui integritas dan kredibilitasnya.

Pengabdian ditutup dengan foto bersama dengan para peserta yang terlibat pengabdian. Mereka cukup antusias dalam kegiatan ini, bahkan berharap pengabdian sejenis dilanjutkan di wilayah mereka.

Avatar
About Rifal Najering 23 Articles
Penyuka Sejarah, Penikmat Laut dan Kadang-kadang Menjadi Pelatih Sport Jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*