Tim Pengabdi LP2M UNM Memberikan Pelatihan Kompetensi Pedagogik Berbasis HOTS kepada Guru PPKn Se-Pangkep

Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan ke para guru PPKn SMP se-Kabupaten Pangkep dengan topik peningkatan kompetensi pedagogik guru PPKn SMP/MTs se-Kabupaten Pangkep tentang Penilaian dan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar HOTS. Kegiatan ini diikuti oleh 38 guru PPKn dari beberapa SMP/MTs di Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini dilakukan secara blended menyesuaikan dengan protokol kesehatan terkait pandemi covid-19, yang berlangsung secara selama 3 hari yang dilakukan secara daring dari tanggal 19 Juli – 21 Juli 2020. Pelaksanaan kegiatan secara luring dimulai dari penyiapan materi, koordinasi dengan mitra, dan pembimbingan langsung oleh pengabdi terkait tugas produk yang diberikan kepada guru sedangkan penguatan dan penjelasan materi dilaksanakan secara daring.

Dr. Mustari, M.Hum selaku ketua tim pelaksana PKM menjelaskan, pelatihan ini bertujuan sebagai ajang sharing dan pengembangan profesionalisme baik untuk dosen sebagai pengabdi maupun guru sebagai masyarakat mitra. Kegiatan pengabdian ini merupakan perwujudan darma ketiga dari Tridarma perguruan tinggi yang secara khusus bermitra dengan guru-guru di SMP/MTs di Kabupaten Pangkep, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan menyusun asesmen berbasis HOTS (Higher Other Thinking Skill) dalam proses dan hasil belajar. Hal ini penting mengingat pada abad 21 diharapkan peserta didik sebagai out put memiliki  skill 4C (communication, collaboration, critical thinking, dan creative thinking). Keterampilan ini tentunya harus dilatihkan. Salah satunya adalah dengan membiasakan pemberian asesmen berupa soal-soal yang kaya dengan stimulasi untuk membentuk kebiasaan membaca dan bernalar. Lebih lanjut ketua pengabdi mengemukakan bahwa untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki skill 4C tentu harus didukung dengan proses pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa secara aktif. Guru-guru SMP/MTs Kabupaten Pangkep sebagai sekolah menengah pertama sangat potensial karena didukung oleh peserta didik yang memiliki kemampuan awal untuk mengembangkan cara berpikir yang kritis melalui pengenalan berpikir HOTS.

Anggota pengabdi Dr. Bakhtiar, S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa untuk sampai pada tingakatan berpikir HOTS, tentunya siswa melewati tahapan berpikir LOTS terlebih dahulu mulai dari tingkat remembering, understanding, application. Ketiga tingkatan berpikir ini sangat mendukung terbentuknya kemampuan analizing, evaluating, dan creating. Kemampuan ini dapat terwujud dengan seringnya peserta didik dilibatkan dalam kegiatan pemecahan masalah (problem solving) di kelas.

Anggota pengabdi yang lain, Drs. Andi Aco Agus, SH., M.Pd menekankan kepada peserta bahwa memahami karakteristik soal HOTS akan membantu para guru dalam mengembangkan soal-soal yang berada pada tingkat kesulitan C4, C5, dan C6.

Pada kesempatan tersebut Dr. Mustari, M.Hum sebagai ketua pelaksana menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan Pengurus MGMP PPKn SMP/MTs Kabupaten Pangekep sehingga kegiatan ini berlangsung dengan lancar.

Avatar
About Rifal Najering 25 Articles
Penyuka Sejarah, Penikmat Laut dan Kadang-kadang Menjadi Pelatih Sport Jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*